Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home/u7150307/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41
Total: Rp0
Share This :

Support shock atau mounting shock absorber adalah salah satu komponen penting dalam sistem suspensi kendaraan, khususnya pada suspensi bagian depan. Komponen ini berfungsi sebagai dudukan antara shock absorber (peredam kejut) dan bodi kendaraan. Support shock membantu meredam getaran dan guncangan, sekaligus menjaga kestabilan posisi shock absorber agar bekerja optimal.

Fungsi Utama Support Shock

  1. Peredam Getaran Tambahan
    Selain shock absorber itu sendiri, support shock membantu menyerap getaran kecil dari permukaan jalan agar tidak langsung ditransmisikan ke bodi kendaraan.
  2. Menjaga Posisi Shock Absorber
    Support shock menjadi titik tumpu atas shock absorber agar tetap berada pada posisi yang tepat, terutama saat suspensi bergerak naik turun.
  3. Mengurangi Suara dan Guncangan
    Komponen ini juga membantu meredam suara kasar atau “benturan” yang terjadi akibat kerja suspensi.
  4. Meningkatkan Kenyamanan dan Handling
    Dengan support shock yang baik, kendaraan akan terasa lebih stabil saat bermanuver dan lebih nyaman dikendarai, terutama di jalan bergelombang.

Jenis-Jenis Support Shock

  1. Support Shock Konvensional
    Tipe ini biasanya digunakan pada kendaraan lama atau kendaraan dengan sistem suspensi sederhana. Tidak memiliki bearing dan hanya berfungsi sebagai bantalan.
  2. Support Shock dengan Bearing (Strut Mount Bearing)
    Banyak digunakan pada kendaraan modern. Tipe ini dilengkapi dengan bearing yang memungkinkan roda depan berputar lebih halus saat setir diputar, karena berada di atas sistem MacPherson strut.

Tanda-Tanda Support Shock Rusak

Kerusakan pada support shock bisa berdampak pada kenyamanan dan keamanan berkendara. Berikut beberapa tanda-tandanya:

  1. Muncul Suara “Gluduk” atau Ketukan Kasar
    Biasanya terdengar saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur. Suara ini berasal dari celah atau keausan pada support shock.
  2. Getaran atau Guncangan Terasa Berlebihan
    Jika support shock aus, maka fungsinya dalam meredam getaran berkurang, membuat kendaraan terasa tidak stabil.
  3. Setir Berat atau Tidak Stabil
    Jika menggunakan support shock dengan bearing yang rusak, putaran setir akan terasa berat atau tersendat.
  4. Ban Aus Tidak Merata
    Support shock yang tidak bekerja dengan baik bisa menyebabkan distribusi beban tidak merata ke roda, sehingga ban cepat aus di satu sisi.
  5. Perubahan Posisi atau Celah pada Shock
    Dalam beberapa kasus, shock absorber bisa tampak miring atau tidak sejajar karena support shock tidak lagi menahan dengan baik.

Kapan Harus Ganti Support Shock?

Support shock umumnya tidak termasuk komponen yang diganti secara rutin, namun harus segera diganti jika menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti di atas. Idealnya, pengecekan dilakukan setiap 40.000 – 60.000 km, atau saat melakukan servis suspensi.


Kesimpulan

Support shock adalah komponen kecil namun vital dalam sistem suspensi kendaraan. Meskipun sering luput dari perhatian, kerusakan pada bagian ini bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keamanan berkendara. Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksa dan menggantinya jika sudah aus atau rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *