Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home/u7150307/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41
Total: Rp0
Share This :

Dalam upaya menghemat biaya bahan bakar, sebagian pengendara terkadang mencampur dua jenis BBM dengan oktan berbeda — misalnya Pertalite dicampur dengan Pertamax, atau bahkan mencampur bensin dengan bahan aditif tambahan yang tidak direkomendasikan. Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak serius pada sistem bahan bakar mobil, terutama pompa bensin (fuel pump).

1. Fungsi Penting Pompa Bensin

Pompa bensin merupakan komponen vital dalam sistem injeksi bahan bakar. Tugas utamanya adalah memompa bensin dari tangki menuju injektor dengan tekanan yang tepat agar proses pembakaran di ruang mesin berlangsung optimal. Karena berada di dalam tangki, pompa bensin juga bergantung pada bahan bakar sebagai pelumas dan pendingin.

2. Risiko dari BBM Campuran

Ketika pengendara mencampur dua jenis BBM atau menambahkan bahan lain yang tidak sesuai spesifikasi, beberapa risiko bisa terjadi:

a. Perubahan Komposisi Kimia

Setiap jenis BBM memiliki kandungan aditif dan angka oktan berbeda. Pencampuran bisa menyebabkan reaksi kimia yang tidak stabil, seperti pengendapan atau perubahan viskositas bahan bakar. Endapan ini dapat menyumbat saringan (filter) dan saluran bahan bakar, sehingga pompa bensin bekerja lebih berat.

b. Pelumasan Tidak Optimal

Pompa bensin listrik membutuhkan pelumasan dari bahan bakar untuk mencegah gesekan antar komponen. Jika BBM hasil campuran memiliki sifat pelumasan lebih rendah atau terlalu encer, pompa akan cepat panas dan aus. Lama-kelamaan, motor pompa bisa terbakar.

c. Tekanan Bahan Bakar Tidak Stabil

BBM campuran juga bisa memengaruhi tekanan bahan bakar yang disalurkan. Ketidakstabilan tekanan menyebabkan injektor tidak bekerja optimal, membuat mesin brebet, boros, atau bahkan mogok.

d. Karat dan Korosi

Beberapa bahan campuran, terutama yang tidak direkomendasikan seperti alkohol atau pelarut tambahan, bisa menyebabkan korosi pada logam di dalam sistem bahan bakar, termasuk rumah pompa dan pipa saluran.

3. Dampak Jangka Panjang

Kerusakan pada pompa bensin bukan hanya membuat mobil sulit hidup atau mati mendadak, tapi juga memerlukan biaya perbaikan cukup mahal. Harga pompa bensin mobil injeksi bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung tipe kendaraan. Selain itu, kerusakan lanjutan bisa menjalar ke injektor, filter, dan sensor tekanan bahan bakar.

4. Rekomendasi Aman

  • Gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan (lihat di buku manual kendaraan).
  • Hindari mencampur jenis BBM dengan oktan berbeda secara sengaja.
  • Jangan menambahkan cairan aditif sembarangan tanpa konsultasi teknisi.
  • Pastikan tangki bahan bakar selalu terisi minimal seperempat, agar pompa tetap terendam dan tidak cepat panas.

Kesimpulan

Menggunakan BBM dengan campuran yang tidak sesuai mungkin terlihat menghemat sesaat, tetapi kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan jauh lebih merugikan. Pompa bensin adalah komponen yang sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Karena itu, memilih BBM yang tepat dan menjaga kebersihan sistem bahan bakar adalah kunci agar kendaraan tetap awet, efisien, dan bertenaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *