Deprecated: Creation of dynamic property OMAPI_Elementor_Widget::$base is deprecated in /home/u7150307/public_html/wp-content/plugins/optinmonster/OMAPI/Elementor/Widget.php on line 41
Total: Rp0
Share This :

Setiap kali melakukan servis berkala, teknisi atau mekanik bengkel hampir selalu menyarankan untuk mengganti filter oli bersamaan dengan oli mesin. Namun, tak sedikit pemilik kendaraan yang bertanya-tanda: “Apakah filter oli benar-benar harus diganti setiap kali ganti oli, atau bisa dipakai dua kali ganti oli baru diganti?”

Untuk memahami jawabannya, mari kita bedah fungsi filter oli dan apa yang terjadi jika komponen ini diabaikan.

Fungsi Vital Filter Oli Mesin

Filter oli berfungsi menyaring kotoran, gram-gram (serpihan) logam hasil gesekan mesin, debu, dan sisa pembakaran agar tidak kembali bersirkulasi ke dalam mesin.

Oli mesin yang bersih sangat penting untuk menjaga pelumasan tetap optimal. Jika oli bersih mengalir melewati filter yang sudah kotor dan tersumbat, maka oli baru tersebut akan langsung terkontaminasi kembali.

Jadi, Perlukah Diganti Setiap Ganti Oli?

Sangat Disarankan: YA, Ganti Filter Oli Setiap Kali Ganti Oli Mesin.

Meskipun beberapa buku panduan pabrikan lama mengizinkan penggantian filter oli setiap 2 kali ganti oli (misalnya filter diganti tiap 20.000 km, sementara oli tiap 10.000 km), praktik terbaik saat ini adalah menggantinya secara bersamaan.

Berikut alasan utamanya:

1. Harga Filter Oli Sangat Murah Dibanding Risiko Kerusakan

Harga filter oli relatif sangat terjangkau dibanding harga oli mesin itu sendiri, apalagi dibanding biaya perbaikan (overhaul) jika mesin rusak. Menghemat sedikit uang dengan menunda ganti filter oli bukanlah keputusan yang bijak.

2. Sisa Oli Kotor Tertinggal di Filter Lama

Filter oli lama menyimpan sekitar 0,2 hingga 0,5 liter oli bekas yang kotor. Jika kamu memasukkan oli baru tanpa mengganti filter, oli baru tersebut akan langsung tercampur dengan oli bekas dan kotoran yang tertampung di dalam filter lama.

3. Risiko Katup Bypass Terbuka

Jika filter oli sudah terlalu penuh oleh kotoran (tersumbat), tekanan oli akan memicu katup bypass terbuka. Akibatnya, oli akan mengalir ke mesin tanpa disaring sama sekali. Oli kotor yang membawa sisa logam ini akan mengikis komponen dalam mesin secara cepat.

Kapan Waktu Paling Ideal Mengganti Filter Oli?

Kesimpulan:

Mengganti filter oli setiap kali ganti oli mesin adalah langkah pencegahan terbaik untuk menjaga performa dan umur mesin tetap awet. Mengingat harganya yang murah, tidak ada alasannya untuk menunda penggantian komponen vital ini.

KondisiRekomendasi Penggantian
Penggunaan NormalSetiap kali ganti oli mesin (setiap 5.000 – 10.000 km atau 6 bulan sekali).
Kondisi Berat (Severe Duty)Wajib diganti setiap ganti oli (sering macet, sering membawa beban berat, atau jalanan berdebu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *